Gadis Remaja Yang Menyebrang Jalan (Bagian Dua)
oleh ibnu Yunus; masih tentang kenangan Ramadahan di Kampung
Jika dalam shalat saja (yang saat itu ia lebih dekat dengan Tuhannya,
bersama wanita, serta antara dia dan jama'ah lelaki ada hijab yang memisahkan
mereka) dia wajib menutup auratnya, maka disaat yang lainpun dia lebih wajib
lagi menutup auratnya.
Itulah renungan yang
kami petik dari gadis remaja yang menyebrang jalan bagian pertama. Entah gadis
itu dan orang yang berperilaku sepertinya telah merenungi hal tersebut atau
tidak? Yang jelas kami punya renungan kedua dari kisah itu.
Mungkin gadis itu atau
yang lainnya berkata: “Betul yang Anda katakan, tapi kami menutup aurat diwaktu
shalat karena kami akan bertemu dengan tuhan kami Allah تعالى , sedangkan
selain itu maka tidak ada kebutuhan untuk itu.”
Maka kami katakan padanya, Wahai
gadis.. Apakah kau mengira
bahwa Tuhan Yang Menciptakanmu itu hanya bisa melihatmu disaat shalat
saja? Apakah kau menyangka bahwa
Tuhan Yang Maha Melihat itu tidak melihatmu jika shalat telah kau tunaikan?
Shalat memang mewajibkan untuk menutup
aurat tapi bukan berarti diluar shalat aurat boleh diperlihatkan kepada selain
mahram.
Gadis.. kau memang cantik, tapi takan ada
nenek yang cantik. Kau memang mempesona, namun nenek-nenek selalu menjadi
renta. Jika sekarang kau adalah gadis maka beberapa tahun kedepan kau akan
menjadi nenek-nenek, itupun kalau kau masih hidup.
Sebelum jadi nenek, maka syukurilah
kecantikanmu dengan menaati Rab yang memberimu kecantikan.
senyumsyukurbahagia.blogspot.com
