Cara Merubah template Blog

Cara Merubah template Blog

Untuk merubah template sbb :

  • Cari Situs Penyedia Template Gratis
  • Di situs penyedia template pilih template yang anda sukai .
  • Lalu klik 'download'.
  • Simpan hasil download dihardisk anda,.
  • Setelah di download Klik kanan ikon hasil download itu ,
  • lalu klik " extrak here"
  • Signup (Masuk) ke dashboard blogspot milik anda.
  • Pilih "LAYOUT"  Design  atau "tata letak".
  • Pilih Edit HTML.
  • Klik "Download Full Template" untuk menyimpan template lama anda dan agar anda mempunyai backup unuk jaga-jaga jika terjadi "gagal"
  • lalu klik tab "Telusuri" atau "browse" .
  • Nah anda akan mencari file hasil download anda di dalam file hardisk yang tadi anda simpan.
  • Jika sudah ketemu klik 'open'.
  • anda akan kembali ke halaman blogspot.
  • Lalu klik "Unggah" atau Upload.
  • Setelah proses upload selesai, akan ada konfirmasi bahwa template baru itu akan menghapus beberapa wdiget/gadget yang telah terpasang di blog anda sebelumnya.
  • Oleh sebab itu jika anda ingin gadget itu tampil kembali di template anda yang baru ,maka sebelum anda merubah template, sebaiknya kode-kode html dari widget dicopy dulu dan bisa anda simpan di notepad sementara.
  • Selesai.
source:  http://nanie-fatimah.blogspot.com/

Gadis Remaja Yang Menyebrang Jalan (Bagian Dua)


oleh ibnu Yunus; masih tentang kenangan Ramadahan di Kampung
Jika dalam shalat saja (yang saat itu ia lebih dekat dengan Tuhannya, bersama wanita, serta antara dia dan jama'ah lelaki ada hijab yang memisahkan mereka) dia wajib menutup auratnya, maka disaat yang lainpun dia lebih wajib lagi menutup auratnya.
Itulah renungan yang kami petik dari gadis remaja yang menyebrang jalan bagian pertama. Entah gadis itu dan orang yang berperilaku sepertinya telah merenungi hal tersebut atau tidak? Yang jelas kami punya renungan kedua dari kisah itu.
Mungkin gadis itu atau yang lainnya berkata: “Betul yang Anda katakan, tapi kami menutup aurat diwaktu shalat karena kami akan bertemu dengan tuhan kami Allah تعالى , sedangkan selain itu maka tidak ada kebutuhan untuk itu.”
Maka kami katakan padanya, Wahai gadis.. Apakah kau mengira bahwa Tuhan Yang Menciptakanmu itu hanya bisa melihatmu disaat shalat saja? Apakah kau menyangka bahwa Tuhan Yang Maha Melihat itu tidak melihatmu jika shalat telah kau tunaikan?
Shalat memang mewajibkan untuk menutup aurat tapi bukan berarti diluar shalat  aurat boleh diperlihatkan kepada selain mahram.
Gadis.. kau memang cantik, tapi takan ada nenek yang cantik. Kau memang mempesona, namun nenek-nenek selalu menjadi renta. Jika sekarang kau adalah gadis maka beberapa tahun kedepan kau akan menjadi nenek-nenek, itupun kalau kau masih hidup.
Sebelum jadi nenek, maka syukurilah kecantikanmu dengan menaati Rab yang memberimu kecantikan. 
Selalu menjadi ingatan.. barang berharga akan selalu tersimpan dan terjaga. Jika dia adalah barang dagangan maka hanya orang-orang yang punya keinginan besarlah yang bisa melihat apalagi untuk memegangnya. Namun jika setiap orang bisa memegang dan melihatnya maka ketahuilah itu adalah barang murahan yang dijual diemperan tokoh. Bahkan mereka yang tak punya niat untuk membelipun bisa melihat, memegang, dan bahkan mencobanya. Semoga di pahami. #ssb# 



senyumsyukurbahagia.blogspot.com

ATEP

Atep (lahir di Cianjur, Jawa Barat, 5 Juni 1985) adalah pemain sepak bola Indonesia. Atep merupakan pemain binaan PS UNI (anggota Persib). Atep merupakan pemain muda potensial yang berposisi sebagai gelandang serang. Tendangannya yang keras dan terarah disertai skill individu yang baik menghantarkannya menjadi pemain Timnas Indonesia di berbagai ajang internasional.
Karir Klub
Persiba bantul
Setelah bermain untuk Persib U-18, Atep melanjutkan karier nya ke Persiba Bantul selama dua tahun. Disini ia dipanggil untuk memperkuat skuad Indonesia U-20. Atas prestasinya itu, dia dilirik oleh Persija Jakarta.

Persija Jakarta
Pada tahun 2004, Atep dikontrak oleh Persija Jakarta setelah menjalani musim yang cukup bagus dengan Persiba Bantul. Ia tidak memerlukan waktu lama untuk mendapatkan jatah bermain di tim utama. Prestasinya yang begitu gemilang di Persija Jakarta membuka kesempatan lebar untuk karier internasionalnya. Pada tahun 2005 ia terpilih masuk ke dalam skuad Timnas Indonesia di Piala AFF dan ia berhasil mencetak gol. Karena ini lah banyak klub-klub yang menginginkan dia, termasuk Persib Bandung yang mencoba mengontraknya pada musim 2007/2008. Ia bertahan di Persija Jakarta hingga akhir musim 2007/2008.

Persib Bandung
Pada musim 2008/2009, Persib Bandung akhirnya berhasil mengontrak Atep, setelah gagal mendapatkannya di musim sebelumnya. Walaupun kedatangan nya disambut begitu positif oleh para bobotoh, Ia tidak mendapat begitu banyak kesempatan untuk bermain di awal-awal musim sehingga banyak yang memperkirakan bahwa ia akan hengkang pada musim transfer di jeda kompetisi. Namun ia bertahan dan akhir nya mulai mendapatkan kesempatan bermain walaupun hanya sebagai pemain cadangan. Pada tanggal 6 Mei 2009 ketika Persib kalah 2-1 melawan Pelita Jaya, ia masuk dalam skuad utama dan Atep mencetak satu-satu nya gol yang dicetak oleh Persib dan juga merupakan gol pertamanya di Liga Super bersama Persib Bandung.
Pada Musim keduanya (2009/2010) bersama Persib Bandung. Ia masuk Skuad Utama Persib setelah menggantikan Siswanto yang hengkang ke Persema. Pada Musim ini, pemain sayap yang memiliki nama Lengkap Atep Ahmad Rizal ini semakin bersinar bersama Persib walau gagal membawa Persib Juara.

Biodata Atep:
Nama Lengkap: Atep Ahmad Rizal
Panggilan: Atep
Tempat Tanggal Lahir: Cianjur, 5 Juni 1985
Tinggi/Berat: 167 cm/ 63 kg
Posisi: Gelandang
Karir Klub: UNI (Junior), Persiba Bantul (2003-2004), Persija Jakarta (2004-2008), Persib Bandung (2008-....)
Karir Tim Nasional: Indonesia U-20 (2003), Indonesia U-23 (2005), Indonesia (2006)
Ajang Internasional: PSSI U-20 (2003), AFF Tiger Cup (2005), Merdeka Games (2006), AFF Tiger Cup & Piala Asia (2007).
Prestasi: Persib Junior Juara Piala Suratin, PSSI U-20 Runner Up Piala Gubernur Kaltim, Peringkat 3 Divisi Utama Liga Indinesia (2004), Runner Up Divisi Utama Liga Indonesia (2005), Runner Up Copa Indonesia (2005), Semifinal Liga Indonesia (2007-2008).




harinurdiansyah.blogspot.com

Sejarah




Sebelum bernama Persib, di Kota Bandung berdiri Bandoeng Indische Voetbal Bond (BIVB) pada sekitar tahun 1923. BIVB ini merupakan salah satu organisasi perjuangan kaum nasionalis pada masa itu. Tercatat sebagai Ketua Umum BIVB adalah Mr. Syamsudin yang kemudian diteruskan oleh putra pejuang wanita Dewi Sartika, yakni R. Atot.
Atot ini pulalah yang tercatat sebagai Komisaris daerah Jawa Barat yang pertama. BIVB memanfaatkan lapangan Tegallega didepan tribun pacuan kuda. Tim BIVB ini beberapa kali mengadakan pertandingan diluar kota seperti Yogyakarta dan Jatinegara Jakarta.
Pada tanggal 19 April 1930, BIVB bersama dengan VIJ Jakarta, SIVB (Persebaya), MIVB (sekarang PPSM Magelang), MVB (PSM Madiun), VVB (Persis Solo), PSM (PSIM Yogyakarta) turut membidani kelahiran PSSI dalam pertemuan yang diadakan di Societeit Hadiprojo Yogyakarta. BIVB dalam pertemuan tersebut diwakili oleh Mr. Syamsuddin. Setahun kemudian kompetisi tahunan antar kota/perserikatan diselenggarakan. BIVB berhasil masuk final kompetisi perserikatan pada tahun 1933 meski kalah dari VIJ Jakarta.
BIVB kemudian menghilang dan muncul dua perkumpulan lain yang juga diwarnai nasionalisme Indonesia yakni Persatuan Sepakbola Indonesia Bandung (PSIB) dan National Voetbal Bond (NVB). Pada tanggal 14 Maret 1933, kedua perkumpulan itu sepakat melakukan fusi dan lahirlah perkumpulan yang bernama Persib yang kemudian memilih Anwar St. Pamoentjak sebagai Ketua Umum. Klub-klub yang bergabung kedalam Persib adalah SIAP, Soenda, Singgalang, Diana, Matahari, OVU, RAN, HBOM, JOP, MALTA, dan Merapi.
Persib kembali masuk final kompetisi perserikatan pada tahun 1934, dan kembali kalah dari VIJ Jakarta. Dua tahun kemudian Persib kembali masuk final dan menderita kekalahan dari Persis Solo. Baru pada tahun 1937, Persib berhasil menjadi juara kompetisi setelah di final membalas kekalahan atas Persis.
Di Bandung pada masa itu juga sudah berdiri perkumpulan sepak bola yang dimotori oleh orang- orang Belanda yakni Voetbal Bond Bandung & Omstreken (VBBO). Perkumpulan ini kerap memandang rendah Persib. Seolah- olah Persib merupakan perkumpulan “ kelas dua “. VBBO sering mengejek Persib. Maklumlah pertandingan- pertandingan yang dilangsungkan oleh Persib dilakukan di pinggiran Bandung—ketika itu—seperti Tegallega dan Ciroyom. Masyarakat pun ketika itu lebih suka menyaksikan pertandingan yang digelar VBBO. Lokasi pertandingan memang didalam Kota Bandung dan tentu dianggap lebih bergengsi, yaitu dua lapangan dipusat kota, UNI dan SIDOLIG.
Persib memenangkan “ perang dingin “ dan menjadi perkumpulan sepakbola satu- satunya bagi masyarakat Bandung dan sekitarnya. Klub-klub yang tadinya bernaung dibawah VBBO seperti UNU dan SIDOLIG pun bergabung dengan Persib. Bahkan VBBO kemudian menyerahkan pula lapangan yang biasa mereka pergunakan untuk bertanding yakni Lapangan UNI, Lapangan SIDOLIG (kini Stadion Persib), dan Lapangan SPARTA (kini Stadion Siliwangi). Situasi ini tentu saja mengukuhkan eksistensi Persib di Bandung.
Ketika Indonesia jatuh ke tangan Jepang. Kegiatan persepakbolaan yang dinaungi organisasi lam dihentikan dan organisasinya dibredel. Hal ini tidak hanya terjadi di Bandung melainkan juga diseluruh tanah air. Dengan sendirinya Persib mengalami masa vakum. Apalagi Pemerintah Kolonial Jepang pun mendirikan perkumpulan baru yang menaungi kegiatan olahraga ketika itu yakni Rengo Tai Iku Kai.
Tapi sebagai organisasi bernapaskan perjuangan, Persib tidak takluk begitu saja pada keinginan Jepang. Memang nama Persib secara resmi berganti dengan nama yang berbahasa Jepang tadi. Tapi semangat juang, tujuan dan misi Persib sebagai sarana perjuangan tidak berubah sedikitpun.
Pada masa Revolusi Fisik, setelah Indonesia merdeka, Persib kembali menunjukkan eksistensinya. Situasi dan kondisi saat itu memaksa Persib untuk tidak hanya eksis di Bandung. Melainkan tersebar diberbagai kota, sehingga ada Persib di Tasikmalaya, Persib di Sumedang, dan Persib di Yogyakarta. Pada masa itu prajurit- prajurit Siliwangi hijrah ke ibukota perjuangan Yogyakarta.
Baru tahun 1948 Persib kembali berdiri di Bandung, kota kelahiran yang kemudian membesarkannya. Rongrongan Belanda kembali datang, VBBO diupayakan hidup lagi oleh Belanda (NICA) meski dengan nama yang berbahasa Indonesia Persib sebagai bagian dari kekuatan perjuangan nasional tentu saja dengan sekuat tenaga berusaha menggagalkan upaya tersebut. Pada masa pendudukan NICA tersebut, Persib didirikan kembali atas usaha antara lain, dokter Musa, Munadi, H. Alexa, Rd. Sugeng dengan Ketua Munadi.
Perjuangan Persib rupanya berhasil, sehingga di Bandung hanya ada satu perkumpulan sepak bola yakni Persib yang dilandasi semangat nasionalisme. Untuk kepentingan pengelolaan organisasi, decade 1950- an ini pun mencatat kejadian penting. Pada periode 1953-1957 itulah Persib mengakhiri masa pindah- pindah sekretariat. Walikota Bandung saat itu R. Enoch, membangun Sekretariat Persib di Cilentah. Sebelum akhirnya atas upaya R.Soendoro, Persib berhasil memiliki sekretariat Persib yang sampai sekarang berada di Jalan Gurame.
Pada masa itu, reputasi Persib sebagai salah satu jawara kompetisi perserikatan mulai dibangun. Selama kompetisi perserikatan, Persib tercatat pernah menjadi juara sebanyak empat kali yaitu pada tahun 1961, 1986, 1990, dan pada kompetisi terakhir pada tahun 1994. Selain itu Persib berhasil menjadi tim peringkat kedua pada tahun 1950, 1959, 1966, 1983, dan 1985.
Keperkasaan tim Persib yang dikomandoi Robby Darwis pada kompetisi perserikatan terakhir terus berlanjut dengan keberhasilan mereka merengkuh juara Liga Indonesia pertama pada tahun 1995. Persib yang saat itu tidak diperkuat pemain asing berhasil menembus dominasi tim tim eks galatama yang merajai babak penyisihan dan menempatkan tujuh tim di babak delapan besar. Persib akhirnya tampil menjadi juara setelah mengalahkan Petrokimia Putra melalui gol yang diciptakan oleh Sutiono Lamso pada menit ke-76.
Sayangnya setelah juara, prestasi Persib cenderung menurun. Puncaknya terjadi saat mereka hampir saja terdegradasi ke Divisi I pada tahun 2003. Beruntung, melalui drama babak playoff, tim berkostum biru-biru ini berhasil bertahan di Divisi Utama.
Sebagai tim yang dikenal tangguh, Persib juga dikenal sebagai klub yang sering menjadi penyumbang pemain ke tim nasional baik yunior maupun senior. Sederet nama seperti Risnandar Soendoro, Nandar Iskandar, Adeng Hudaya, Heri Kiswanto, Adjat Sudradjat, Yusuf Bachtiar, Dadang Kurnia, Robby Darwis, Budiman, Nuralim, Yaris Riyadi hingga generasi Erik Setiawan merupakan sebagian pemain timnas hasil binaan Persib.

 http://simamaung.com/sejarah-persib-bandung/

TUGAS